Workshop S.E.A.R.C.H "A Letter from China"

07 Agu 2021

Industri kreatif yang meliputi penerbitan, musik, film, karya seni dan desain, akan memegang peran menentukan di dalam proses pemulihan ekonomi global. Untuk mempersiapkan mahasiswa dengan modal kreativitas, memacu minat dan meningkatkan kemampuan menulis dalam bahasa Mandarin, Prodi Bahasa Mandarin UK Petra bersama dengan Himasahatra UK Petra mengadakan workshop travel writing pada tanggal 8 Mei, dengan tema "A Letter from China".

Workshop diikuti oleh peserta dari Surabaya, Medan, Pontianak, Bandung, Jakarta, Malang dan Makassar, sejumlah 80 orang lebih mahasiswa dan guru. Ketua Prodi Bahasa Mandarin Ibu Elisa Christiana dalam sambutannya mengatakan, bagi mahasiswa yang belajar bahasa Mandarin, menulis dalam bahasa Mandarin memang adalah suatu hal yang sulit. Karena itu diharapkan melalului workshop kali ini, para peserta dapat menemukan dan menikmati kenikmatan menulis. Workshop dibawakan dalam bahasa Mandarin oleh penulis dan fotografer terkenal Indonesia yaitu Bapak Agustinus Wibowo. Bapak Agustinus mengawali dengan membagikan pengalamannya ketika wabah SARS merebak tahun 2003 di Beijing. Lewat pengamatan dan refleksinya, pengalaman ini dapat dikaitkan dengan kebudayaan "tembok" di Tiongkok, sehingga dapat menghasilkan sebuah tulisan yang khas.

Berikutnya, Bapak Agustinus mulai mengajarkan teknik menulis perjalanan, yang diawali dengan menentukan tujuan perjalanan. Dilanjutkan dengan refleksi indrawi kita menyerap pengalaman dalam perjalanan tersebut, melalui observasi dan riset mendalam, menuangkan pengalaman itu menjadi bahan tulisan. Setelah mengumpulkan bahan, proses penulisan dapat dimulai. Diawali dengan menentukan topik, tema dan premis, lalu menulis kerangka. Bapak Agustinus dengan interaktif menggunakan tulisan, gambar serta video dan contoh-contoh, menjelaskan proses penulisan kepada para peserta.

Setelah rehat makan siang, praktek menulis pun dimulai. Peserta dibagi menjadi beberapa breakout room, dalam waktu satu setengah jam melakukan proses penulisan. Judul yang diberikan berhubungan dengan Tiongkok, dan dapat mengenai film, kehidupan sehari-hari, travelling dan sebagainya. Apabila dalam proses penulisan mengalami kesulitan, peserta dapat langsung bertanya kepada Bapak Agustinus. Acara ditutup dengan kesimpulan dari Bapak Agustinus, yang mengatakan bahwa tidak ada draf yang sempurna, oleh karena itu janganlah takut menulis, percaya dirilah dalam menulis. Apabila hasilnya tidak baik, tulislah ulang, begitu seterusnya hingga tercipta tulisan yang baik.

Workshop yang dimulai pukul 9.30 ditutup pukul 15.00. Dari tanggapan peserta, mereka puas atas workshop kali ini.


Close previewer